🎬 #ScreenForAll Modal mulai Rp 1 M / unit Bagi hasil dibayar bulanan

Miliki bioskop di kota yang belum punya bioskop.

74% kabupaten/kota di Indonesia belum punya layar bioskop. Indobox membangun micro-cinema modular — cepat, terjangkau, dan menguntungkan. Hitung sendiri potensi imbal hasil Anda di bawah ini.

Rp 1 M
Modal per Cinema Box
1–2,5 thn
Estimasi payback
100%
Laba ke investor s/d balik modal
1–2 mgg
Waktu bangun per unit
Peluang Pasar

Krisis layar = pasar yang belum tergarap

Indonesia kekurangan ribuan layar. Permintaan menonton tinggi, tapi infrastruktur terpusat di kota besar. Di sinilah letak peluangnya.

74%

Kab/kota tanpa bioskop

Mayoritas wilayah Indonesia belum terlayani satu layar pun.

~7.500

Layar yang kurang

Kebutuhan ±10.000 layar, baru tersedia ±2.500 di ±517 lokasi.

70%

Terpusat di Jawa

Distribusi tidak merata — daerah underserved menanti operator pertama.

Konsep

Micro-cinema modular yang ekonomis

Satu "Cinema Box" = bioskop lengkap berkapasitas 50 kursi. Dibangun cepat, biaya rendah, tiket terjangkau Rp 18.000 — pas untuk pasar daerah.

📽️

Proyektor 4K

Resolusi 4K dengan layar borderless 200 inci.

🔊

Surround 7.1

Tata suara bioskop penuh dalam unit modular.

💺

50 Kursi

Kursi modular nyaman, layout efisien ≥500 m².

Bangun 1–2 Minggu

Konstruksi prefab vs 12–18 bulan bioskop konvensional.

FaktorIndobox CinemaBioskop Konvensional
CAPEX per layar± Rp 1 MiliarRp 5–40 Miliar
Waktu pembangunan1–2 minggu12–18 bulan
Harga tiketRp 18.000Rp 40.000–200.000
Target lokasiDaerah underserved, kawasan industri, transit hubMal kota besar
Wujud Nyata

Satu konsep, tanpa batas lokasi

Dari kawasan permukiman, pegunungan, pesisir, sampai pusat kota — Cinema Box hadir di mana penonton berada. Lengkap dengan Cinematic Cafe sebagai sumber pendapatan tambahan.

Simulasi Interaktif

Hitung potensi imbal hasil Anda

Geser jumlah unit dan tingkat okupansi. Semua angka diperbarui seketika. Tidak ada yang perlu diunduh.

1 unit
1 unit100 unit
30 kursi (60%)
10 kursi (20%)50 kursi (100%)

Rata-rata kursi terisi per tayang, dari kapasitas 50 kursi.

Asumsi model (transparan)
  • Tiket Rp 18.000 (weekday) / Rp 20.000 (weekend), setelah pajak hiburan & biaya sistem Rp 3.000/tiket.
  • 5 tayang/hari · 22 hari weekday + 8 hari weekend per bulan.
  • Bagi hasil tiket 50% · F&B Rp 15.000/orang (attach rate 50%) · private screening ±Rp 3 jt/unit/bln.
  • Opex Rp 15 jt/unit/bln · Modal Rp 1 M/unit (termasuk Partnership Fee Rp 100 jt).
  • Proyeksi 5 tahun steady-state (tanpa ramp-up / pertumbuhan tahunan).
💰 Laba bersih / tahun (total)
Rp 405,6 jt
≈ Rp 33,8 jt / bulan
🏗️ Total investasi
Rp 1 M
1 Cinema Box
⏱️ Payback
29,6 bln
≈ 2,5 tahun
📈 Total laba 5 tahun
Rp 2,03 M
akumulasi laba bersih
🚀 ROI 5 tahun
102,8%
≈ 20,6% / tahun
Arus laba kumulatif vs modal — 5 tahun
Garis melewati nol = titik balik modal (break-even).
Laba kumulatif Modal investasi Garis balik modal
Komposisi pendapatan / bulan
Setelah bagi hasil tiket & dikurangi opex pada baris terakhir.
Diskusikan paket ini dengan tim Indobox →
Kenapa Indobox

Struktur bisnis yang siap eksekusi

Bukan sekadar konsep — Indobox didukung holding terintegrasi, platform tiket digital, dan term investasi yang berpihak pada investor.

Holding terintegrasi

F&B

Indobox Selera Buana

Cinematic café & konsesi makanan-minuman.

Konstruksi

Indobox Bangun Buana

Pembangunan & akuisisi aset cinema.

Teknologi

Indobox Digital Buana

Sistem, aplikasi, hardware & IT bioskop.

Konten

Indobox Kreasi Buana

Distribusi & akuisisi film, produksi, iklan.

Term investasi yang berpihak pada Anda

100% laba sampai balik modal

Seluruh laba bersih unit mengalir ke investor hingga modal Rp 1 M kembali.

Bagi hasil 70 : 30 setelahnya

Setelah balik modal, 70% investor : 30% pengelola — dibayar bulanan.

Kemitraan 5 tahun, dapat diperpanjang

Hak eksklusif wilayah dengan first right of refusal di kota yang sama.

Booking fee refundable

Tanda jadi (LOI) Rp 25 jt yang dapat dikembalikan — komitmen rendah risiko.

Selaras dengan agenda nasional & dirujuk dalam wacana kebijakan

DanantaraKolaborasi model bioskop daerah
Kementerian EkrafAgenda layar untuk semua
indobox.idPlatform e-ticketing aktif
TechnohomeMitra
Pertanyaan Umum

Yang sering ditanyakan investor

Berapa modal minimal untuk mulai?
Rp 1 Miliar untuk 1 Cinema Box (sudah termasuk Partnership Fee Rp 100 juta). Investor menyediakan lahan siap pakai minimal 500 m². Anda bisa mulai dari 1 unit dan menambah unit kemudian.
Bagaimana skema bagi hasilnya?
Sampai modal Rp 1 M kembali, 100% laba bersih unit menjadi milik investor. Setelah balik modal, bagi hasil menjadi 70% investor : 30% pengelola, dibayarkan setiap bulan.
Dari mana angka payback 1–2,5 tahun?
Dari model 3 skenario okupansi (40%/60%/80% dari 50 kursi). Pada skenario moderat (60%), laba bersih ±Rp 56,7 jt/bulan/unit → payback ±17,6 bulan. Mainkan simulator di atas untuk melihat skenario Anda sendiri. Semua asumsi tercantum transparan.
Siapa yang mengoperasikan bioskopnya?
Pengelolaan harian (operasional, konten film, pemasaran, sistem tiket) ditangani oleh holding Indobox melalui anak-anak usahanya. Investor menerima bagi hasil tanpa harus mengelola operasional.
Apa risiko utamanya?
Seperti semua bisnis, pendapatan bergantung pada okupansi nyata yang dipengaruhi lokasi, konten film, dan pemasaran. Angka di halaman ini adalah proyeksi steady-state, bukan jaminan. Kami menyarankan menguji skenario pesimis sebelum berkomitmen.
Langkah Selanjutnya

Siap memiliki layar pertama di kota Anda?

Jadwalkan diskusi 30 menit dengan tim Indobox untuk membahas lokasi, paket unit, dan proyeksi finansial khusus untuk Anda.

📍 Jl. Pejaten Raya No. 15, Jakarta Selatan 📞 +62 851-5501-0877 ✉️ Business@indobox.id 🌐 indobox.id
▶ Mainkan Simulasi ROI 💬